Tebu Blora Terancam Busuk! Begini Langkah Kilat SGN Selamatkan Panen Ribuan Petani
![]() |
| Proses pengangkutan tebu dari kebun menuju truk untuk dibawa ke pabrik gula. Foto : SGN |
Jatimview.com, SURABAYA - Rasa cemas yang selama berminggu-minggu menghantui petani tebu Kabupaten Blora akhirnya luruh.
PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) memastikan akan menyerap seluruh hasil panen tebu petani Blora, meski Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (PG GMM) belum beroperasi.
Komitmen cepat SGN ini menjadi jawaban krusial menjelang puncak musim giling. Sebab, keterlambatan pengolahan tebu bisa menurunkan rendemen dan memukul pendapatan petani yang sudah merawat tanaman berbulan-bulan.
Solusi Darurat, Harapan Baru
Sebelumnya, petani resah karena tebu siap tebang tapi belum ada kepastian tempat giling. Penumpukan di lahan berpotensi menurunkan kualitas dan nilai ekonomi.
Kini, SGN siap menampung tebu petani Blora melalui PG Rendeng serta beberapa pabrik gula lain di lingkungan SGN. Tak hanya itu, skema penyerapan juga disiapkan melalui pabrik gula di wilayah Jawa Tengah dan Kabupaten Madiun untuk optimalisasi kapasitas giling.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada PT SGN yang telah membuka ruang dan memberikan solusi bagi petani tebu Blora. Di saat kami membutuhkan kepastian untuk hasil panen kami, PT SGN hadir memberikan harapan sehingga petani bisa lebih tenang menghadapi musim giling tahun ini," ungkap perwakilan petani tebu Kabupaten Blora.
Koordinasi Lintas Pabrik
Corporate Secretary SGN, Yunianta, menegaskan perusahaan berupaya menyelamatkan hasil panen agar tidak merugi akibat telat giling.
"SGN berupaya memberikan solusi terbaik bagi petani tebu Kabupaten Blora agar hasil panen tetap terselamatkan. Kami terus melakukan koordinasi lintas pabrik gula untuk mengatur kapasitas giling dan distribusi tebu secara bertahap sehingga pelayanan kepada petani tetap berjalan optimal," ujar Yunianta dalam siaran pers, Rabu (10/6/2026).
Bagi ribuan keluarga petani Blora, keputusan ini lebih dari sekadar penyerapan hasil panen. Ini simbol gotong royong antara perusahaan dan petani di tengah tantangan industri gula nasional: perubahan iklim, biaya produksi naik, hingga kebutuhan modernisasi pabrik.
Dengan kepastian ini, musim giling 2026 disambut petani dengan optimisme baru. Harapan yang sempat redup kini berganti semangat meningkatkan produktivitas dan kualitas tebu.
Komitmen SGN membuktikan kolaborasi nyata bisa menghadirkan solusi. Di tengah ketidakpastian, hadirnya kepastian giling telah mengembalikan senyum dan rasa syukur petani tebu Blora.

Posting Komentar