Mahasiswa UM Beri Edukasi Menu Bergizi, Cegah Stunting di Desa Dengkol
![]() |
| Kegiatan memasak mahasiswa UM BBM bersama ibu-ibu di Desa Dengkol, Malang. Foto : Fathan Sya'bana |
Jatimview.com, MALANG - Dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan ibu menyusui, kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) Desa Dengkol menggelar kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) melalui demonstrasi memasak menu bergizi berbasis pangan lokal pada Senin (06/07/2026) di Kantor Desa Dengkol, Kecamatan Singosari.
Kegiatan ini diikuti oleh ibu hamil dan ibu menyusui sebagai upaya penurunan stunting sejak dini.
DASHAT menjadi media pembelajaran yang mengombinasikan edukasi gizi dengan demonstrasi memasak, sehingga masyarakat dapat memahami sekaligus menerapkan cara mengolah makanan bergizi.
Program ini mengajak ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga untuk memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh sebagai sumber menu sehat bagi keluarga.
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), Ketua Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP), serta puluhan ibu hamil dan ibu menyusui yang menjadi sasaran utama program. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kolaborasi dalam mendukung upaya pencegahan stunting di Desa Dengkol.
‘’Kegiatan DASHAT ini bertujuan untuk membantu menurunkan angka stunting melalui edukasi memasak menu bergizi bagi anak dan ibu menyusui. Memang tantangannya masih ada beberapa warga yang belum sempat hadir karena merasa sudah memperoleh informasi dari media sosial. Padahal, tidak semua informasi bisa dijadikan acuan. Karena itu, kami terus mengajak masyarakat agar mau datang dan mendapatkan edukasi langsung," ujar Evi Nadia, selaku Ketua Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP).
Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Program Studi S1 Pendidikan Tata Boga menjadi motor penggerak dalam pelaksanaan demonstrasi memasak menu bergizi berbahan pangan lokal yaitu daun kelor dan jagung. Salah satu sesi yang menarik perhatian masyarakat adalah demonstrasi memasak menu inovatif pencegahan stunting berupa puding jelly berbahan dasar daun kelor dan jagung manis.
‘’Kami mengenalkan menu puding daun kelor, puding jagung, dan fla santan melalui materi dan demo masak yang dibawakan oleh dua mahasiswa. Menu ini dipilih karena daun kelor kaya akan protein dan kalsium, sedangkan jagung merupakan sumber karbohidrat yang baik, tak hanya itu bahan-bahan yang diperoleh mudah didapatkan dan cara membuatnya mudah serta harganya terjangkau sehingga cocok bagi ibu-ibu untuk membuat menu alternatif bergizi guna mencegah stunting," ujar Arifatul Hikmah Bahrul, selaku perwakilan Mahasiswa.
Respon ibu-ibu yang hadir pun sangat antusias. Mereka aktif bertanya, memperhatikan setiap proses demo, bahkan mencatat resep yang dijelaskan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap edukasi menu camilan bergizi yang telah diberikan dapat terus diterapkan oleh masyarakat sehingga mampu mendukung upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan di Desa Dengkol.

Posting Komentar