Siantar Top Tahan Kenaikan Harga, Ekspor ke AS Digenjot

Siantar Top tahan harga meski rupiah Rp18.000 dan biaya naik. Efisiensi dioptimalkan, ekspor ke AS-Kanda digenjot, target 2026 tetap double digit.

Direktur Utama Siantar Top Armin (kiri) dan Direktur Siantar Top Suwanto (kanan) memamerkan produk baru dalam gelaran paparan publik 2026 di Surabaya, Jumat (5/6/2026). Foto: Peni Widarti

Jatimview.com, SURABAYA - Di tengah tekanan rupiah yang tembus Rp18.000 dan biaya logistik naik akibat konflik Timur Tengah, PT Siantar Top Tbk (STTP) memilih menahan harga jual produknya. Strategi ini diambil agar daya beli konsumen tetap terjaga.

Direktur STTP, Suwanto menyebut, harga bahan baku impor, minyak, hingga kemasan ikut terdongkrak naik seiring menguatnya dolar. Estimasi kenaikan biaya produksi mencapai sekitar 10%.

“Kalau bisa kita tahan ya kita tahan. Tapi kalau memang sudah kurang bagus ya kita harus menyesuaikan dengan keadaan,” ujarnya dalam paparan publik di Surabaya, Jumat (5/6/2026).

Efisiensi Jadi Kunci

Untuk mengompensasi kenaikan biaya, Siantar Top menggenjot efisiensi. Salah satu yang dilakukan adalah menaikkan kapasitas loading kontainer. Dari yang awalnya 60 isi per kontainer, sekarang dioptimalkan jadi 80-100 isi. 

“Dengan begitu biaya transportasi bisa lebih hemat,” tambahnya.

Di pasar domestik, lanjutnya, distribusi juga diperluas lewat pembangunan depo sejak era pandemi. Langkah ini memangkas biaya distribusi sekaligus menjaga stok produk di berbagai daerah.

Pasar Ekspor Naik Kelas

Kinerja ekspor Siantar Top justru tumbuh double digit hingga Mei 2026. Pasar Timur Tengah dan Asia tetap jadi andalan. Namun, perseroan juga mulai memperkuat penetrasi ke Kanada dan Amerika Serikat.

“Pasar yang sudah kita masuk akan kita perkuat terus,” kata Suwanto.

Meski ada gangguan rute kapal di Laut Merah, perseroan bersama distributor di Timur Tengah tetap menjaga pasokan agar produk tidak kosong di rak.

Direktur Utama STTP, Armin menambahkan, untuk target 2026, Siantar Top belum mengubah proyeksi awal. Pertumbuhan penjualan double digit dan laba bersih masih jadi target utama. Pengalaman melewati lonjakan biaya saat Covid-19 disebut jadi pelajaran penting.

“Sudah pernah kita alami bersama-sama. Sampai hari ini kan kita survive, ya. Lewatin Covid kita growth,” tutupnya.

Perseroan mencatat, kinerja penjualan bersih Siantar Top pada 2025 mencapai sebesar Rp5,24 triliun dengan laba bersih 2025 sebesar Rp1,18 triliun. Kontrbusi penjualan lokal 81,16 % sedangkan penjualan ekspor sebesar 18,84%


Penulis     : Peni Widarti
Editor       : Redaksi
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  •  Siantar Top Tahan Kenaikan Harga, Ekspor ke AS Digenjot
  •  Siantar Top Tahan Kenaikan Harga, Ekspor ke AS Digenjot
  •  Siantar Top Tahan Kenaikan Harga, Ekspor ke AS Digenjot
  •  Siantar Top Tahan Kenaikan Harga, Ekspor ke AS Digenjot
  •  Siantar Top Tahan Kenaikan Harga, Ekspor ke AS Digenjot
  •  Siantar Top Tahan Kenaikan Harga, Ekspor ke AS Digenjot

Posting Komentar