Pojok Budaya Juanda : Warisan Seni Daerah Jangan Punah
![]() |
| Penampilan Tari Remo khas Jawa Timur yang dihadirkan di Pojok Budaya Bandara Internasional Juanda. Foto : AP I |
Jatimview.com, SURABAYA - Sebagai pintu gerbang Jawa Timur, Bandara Internasional Juanda sadar bahwa tugasnya tidak hanya mengurus operasional take off-landing. Lebih dari itu, bandara adalah etalase pertama Indonesia di mata dunia.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Pojok Budaya”, Bandara Juanda menyalurkan bantuan Rp15 juta ke Sembrani Art Community dan Batik Lintang Sari Kenongo. Bantuan ini bukan sekadar CSR formalitas, tapi bentuk nyata komitmen menjaga warisan budaya biar nggak terkikis zaman.
General Manager Bandara Juanda Muhammad Tohir menegaskan, budaya daerah adalah aset berharga yang harus terus dijaga, dikenalkan, dan diwariskan ke generasi mendatang.
“Karena budaya adalah identitas dan ciri khas daerah,” katanya dalam rilis, Kamis (11/6/2026).
Untuk itu, lanjutnya, para pelaku seni penerima bantuan juga diberikan ruang untuk tampil langsung di Terminal 1 sepanjang Juni 2026. Penumpang yang transit tidak cuma melihat koper dan boarding pass, tapi juga merasakan karakter Jawa Timur melalui seni dan batik. Pengalaman perjalanan jadi punya rasa, bukan cuma rutinitas.
Langkah Juanda ini terkoneksi dengan program Injourney Airports Community Upskilling for Aviation yang dijalankan di semua bandara Injourney. Pesannya jelas: melestarikan seni budaya bukan hanya tugas pemerintah atau seniman. BUMN, bandara, bahkan sektor transportasi punya peran.
Kalau identitas daerah hilang, yang tersisa hanya bangunan kaca dan jalur cepat tanpa jiwa. Lewat “Pojok Budaya”, Juanda mengingkatkan masyarakat bahwa menjaga seni itu sama pentingnya dengan menjaga landasan pacu. Keduanya sama-sama bikin Indonesia tetap kokoh dan punya jati diri.
“Kami berterima kasih dan mengapresiasi bantuan dan perhatiannya kepada pekerja seni daerah yang diberikan oleh pihak Bandara Juanda. Semoga kedepannya bantuan ini akan terus berlanjut,” ungkap Rizky Hari Pangayom selaku Ketua Sembrani Art Community.

Posting Komentar