Lebarkan Sayap ke Sumatra-Kalimantan, Tanrise (RISE) Bidik Pertumbuhan Double Digit di 2026!
![]() |
| Jajaran direksi Tanrise dalam paparan publik 2026. Foto: Tanrise |
Jatimview.com, SURABAYA - Sektor properti tanah air di 2026 kedatangan angin segar yang membawa optimisme tinggi. Menangkap sinyal positif tersebut, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), emiten pengembang properti terpadu di bawah bendera Tanrise Property, secara meyakinkan memasang target pertumbuhan penjualan double digit sepanjang tahun ini.
Sikap optimistis ini bukan tanpa alasan. Direktur Utama RISE, Budi Agusti, mengungkapkan bahwa fundamental industri properti nasional saat ini memberikan ruang gerak yang sangat positif.
Segmen hunian, hospitality, hingga logistik modern yang selama ini menjadi pilar keunggulan Tanrise diproyeksikan bakal terus melesat.
“Melihat prospek pasar properti 2026 di tengah situasi yang dinamis ini, Tanrise melihat 2026 ini sebagai tahun yang penuh dengan peluang. Salah satunya berkat adanya stimulus pemerintah berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPNDTP), serta kemudahan kredit perbankan,” jelas Budi dalam public expose via Zoom, Kamis (4/6).
Selain dukungan regulasi, tingginya kebutuhan riil (backlog) masyarakat terhadap hunian di Indonesia menjadi bahan bakar utama yang menjaga keyakinan perseroan bahwa industri ini akan terus bergerak naik.
Adapun 3 taktik jitu Tanrise dalam menguasai pasar properti 2026. Pertama, akselerasi proyek existing dengan melanjutkan pembangunan agresif pada seluruh portofiolio berjalan (residential, integrated city, hospitality, dan commercial) di berbagai lokasi strategis demi mempercepat serah terima ke pasar.
Kedua, penguatan pendapatan berulang (Recurring Income), yakni memperluas aset perhotelan bintang 5 dan serviced apartment. Langkah ini dirancang untuk memperkuat kualitas pendapatan sekaligus menjaga stabilitas arus kas (cash flow) Perseroan dalam jangka panjang.
Ketiga, ekspansi industri & penetrasi geografis, yakni membuka ruang pertumbuhan baru dengan melakukan penetrasi ke wilayah potensial di luar Jawa, khususnya Sumatra & Kalimantan, guna menangkap peluang dari masifnya pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.
Saat ini, lini hospitality RISE sudah diperkuat oleh jaringan hotel ternama seperti Vasa Hotel Surabaya, Vasa Suites Surabaya, Solaris Hotel, dan Cleo Business Hotel. Ke depan, gurita bisnis ini akan melebar lewat rencana pengembangan proyek baru di Bali dan Malang.
Target pertumbuhan double digit juga disokong kinerja kuartal I/2026 yang impresif. Tercatat, kinerja pendapatan usaha tumbuh kuat sebesar 36,2% mencapai Rp173,1 miliar (dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya).
EBITDA melonjak tajam 262,3% menjadi Rp79,7 miliar. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk melesat hingga 495,5% menjadi Rp97,2 miliar. Kinerja kuartal I/2026 menjadi bukti nyata bahwa strategi ekspansi yang dijalankan berada di jalur yang tepat.
Meski mencatatkan lonjakan laba bersih yang hampir menyentuh 500%, Tanrise menegaskan bahwa mereka tidak akan gegabah dalam berekspansi.
“Kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (selective & prudent mitigation) dalam setiap langkah investasi. Fokus kami tidak hanya sekadar bertumbuh dari sisi angka, melainkan memastikan setiap proyek baru mampu memberikan nilai tambah yang optimal bagi performa jangka panjang perusahaan,” tutup Budi optimistis.
Penulis : Alvian Yoananta
Editor : Peni Widarti
Sikap optimistis ini bukan tanpa alasan. Direktur Utama RISE, Budi Agusti, mengungkapkan bahwa fundamental industri properti nasional saat ini memberikan ruang gerak yang sangat positif.
Segmen hunian, hospitality, hingga logistik modern yang selama ini menjadi pilar keunggulan Tanrise diproyeksikan bakal terus melesat.
“Melihat prospek pasar properti 2026 di tengah situasi yang dinamis ini, Tanrise melihat 2026 ini sebagai tahun yang penuh dengan peluang. Salah satunya berkat adanya stimulus pemerintah berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPNDTP), serta kemudahan kredit perbankan,” jelas Budi dalam public expose via Zoom, Kamis (4/6).
Selain dukungan regulasi, tingginya kebutuhan riil (backlog) masyarakat terhadap hunian di Indonesia menjadi bahan bakar utama yang menjaga keyakinan perseroan bahwa industri ini akan terus bergerak naik.
Adapun 3 taktik jitu Tanrise dalam menguasai pasar properti 2026. Pertama, akselerasi proyek existing dengan melanjutkan pembangunan agresif pada seluruh portofiolio berjalan (residential, integrated city, hospitality, dan commercial) di berbagai lokasi strategis demi mempercepat serah terima ke pasar.
Kedua, penguatan pendapatan berulang (Recurring Income), yakni memperluas aset perhotelan bintang 5 dan serviced apartment. Langkah ini dirancang untuk memperkuat kualitas pendapatan sekaligus menjaga stabilitas arus kas (cash flow) Perseroan dalam jangka panjang.
Ketiga, ekspansi industri & penetrasi geografis, yakni membuka ruang pertumbuhan baru dengan melakukan penetrasi ke wilayah potensial di luar Jawa, khususnya Sumatra & Kalimantan, guna menangkap peluang dari masifnya pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.
Saat ini, lini hospitality RISE sudah diperkuat oleh jaringan hotel ternama seperti Vasa Hotel Surabaya, Vasa Suites Surabaya, Solaris Hotel, dan Cleo Business Hotel. Ke depan, gurita bisnis ini akan melebar lewat rencana pengembangan proyek baru di Bali dan Malang.
Target pertumbuhan double digit juga disokong kinerja kuartal I/2026 yang impresif. Tercatat, kinerja pendapatan usaha tumbuh kuat sebesar 36,2% mencapai Rp173,1 miliar (dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya).
EBITDA melonjak tajam 262,3% menjadi Rp79,7 miliar. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk melesat hingga 495,5% menjadi Rp97,2 miliar. Kinerja kuartal I/2026 menjadi bukti nyata bahwa strategi ekspansi yang dijalankan berada di jalur yang tepat.
Meski mencatatkan lonjakan laba bersih yang hampir menyentuh 500%, Tanrise menegaskan bahwa mereka tidak akan gegabah dalam berekspansi.
“Kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (selective & prudent mitigation) dalam setiap langkah investasi. Fokus kami tidak hanya sekadar bertumbuh dari sisi angka, melainkan memastikan setiap proyek baru mampu memberikan nilai tambah yang optimal bagi performa jangka panjang perusahaan,” tutup Budi optimistis.
Penulis : Alvian Yoananta
Editor : Peni Widarti
Baca Juga:

Posting Komentar