UWK Surabaya dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Bersinergi Dalam Penelitian, Pengajaran & Pengabdian Masyarakat

penandatanganan kerja sama antara UWK Surabaya dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Foto: istimewa

Jatimview.com, YOGYAKARTA - Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wijaya Kusuma Surabaya melakukan perjanjian kerja sama dengan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) Yogyakarta pada 24 - 25 Mei 2026 di Yogyakarta.

Fakultas Adab UIN Suka, Prof. Dr. Nurdin Laugu mengatakan bahwa saat ini adalah eranya kolaborasi dan sinergi. Untuk itu pihaknya mengapresiasi langkah sinergitas yang diwujudkan dalam pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat ini.

“Kami akan mempelajari sisi mana saja yang bisa disinergikan antara FISIP UWKS dan Fakutas Adab UIN Suka,” ujar Prof. Nurdin. 

Perjanjian kerja sama tersebut juga dibarengi dengan Kuliah Umum dengan tema Pekerjaan Sosial diera Digital  dengan tema “Peluang, tantangan, dan etika layanan sosial berbasis teknologi”.

Adapun perjanjian kerja sama dihadiri Dr. Sugeng Pujileksono, M.Si Dekan FISIP UWKS, Yanu Astridsitawati, S. IPI., M.Si Ketua Prgram Studi Ilmu Perustakaan FISIP UWKS besera jajaran diterima oleh Prof. Dr. Nurdin Laugu, S.Ag., SS., Ma. di Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kali Jaga.

Dekan Fisip UWKS Dr. Sugeng Pujileksono, menyampaikan beberapa poin penting terkait kerja sama Tri Darma Perguruan Tinggi yang meliputi pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. 

Sementara Dekan FISIP UWKS menjadi narasumber pertama dan Dosen Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial yang juga praktisi satgas PPKS (Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual). Dr. Sugeng Pujileksono, menyampaikan pekerja sosial tidak boleh alergi dan abai pada perkembangan teknologi informasi. 

"Pekerja sosial tidak boleh alergi dan abai pada perkembangan teknologi informasi. Era digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan tidak dapat dihindari. Namun, yang perlu dicatat pemanfaatan AI hanya sebatas alat bantu. Bukan menggantikan peran pekerja sosial secara keseluruhan. E-counseling, e-therapy, e-supervision merupakan contoh praktik pekerja sosial berbasis teknologi informasi,” kata Sugeng dalam siaran pers, Rabu (27/5/2026). 

Andayani, S.IP., MSW, selaku nara sumber kedua, menyampaikan materi tentang kesehatan mental dikalangan Gen Z, Kesehatan mental remaja di era digital sangat rentan terhadap paparan media sosial. 

“Tantangan utamanya meliputi perbandingan sosial, kecanduan gawai, cyberbullying, dan FOMO (takut tertinggal). Hal ini dapat memicu peningkatan risiko depresi, kecemasan, hingga gangguan tidur,” ujarnya di forum kuliah umum.


Penulis : Hamida Soetadji
Editor : Peni Widarti
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • UWK Surabaya dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Bersinergi Dalam Penelitian, Pengajaran & Pengabdian Masyarakat
  • UWK Surabaya dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Bersinergi Dalam Penelitian, Pengajaran & Pengabdian Masyarakat
  • UWK Surabaya dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Bersinergi Dalam Penelitian, Pengajaran & Pengabdian Masyarakat
  • UWK Surabaya dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Bersinergi Dalam Penelitian, Pengajaran & Pengabdian Masyarakat
  • UWK Surabaya dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Bersinergi Dalam Penelitian, Pengajaran & Pengabdian Masyarakat
  • UWK Surabaya dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Bersinergi Dalam Penelitian, Pengajaran & Pengabdian Masyarakat

Posting Komentar