Waspada Tanda Kulit Atopik Sejak Dini, Dokter: Harus "Bersahabat" dan Dirawat Tiap Hari
![]() |
| Dokter Spesialis Anak, dr. Fihzan Ginting dari Mustela Medical Advisory Board. Foto : Peni Widarti |
Jatimview.com, SURABAYA - Ruam kemerahan yang muncul berulang di pipi, dahi, lipatan tangan dan kaki bisa jadi bukan sekadar kulit kering biasa.
Dokter Spesialis Anak, dr. Fihzan Ginting, M.Ked(Ped), Sp.A mengingatkan, itu bisa jadi tanda dermatitis atopik atau eksim yang harus diwaspadai sejak dini.
"Itu harus diwaspadai ketika terjadi ruam, kemerahan, dan itu terjadi berulang kali, terutama di pipi, di dahi, dilipatan tangan sama lipatan kaki. Apalagi jika terjadi berulang-ulang," ujarnya di sela- sela Kampanye Mustela - Together for Atopic Skin di Surabaya, Jumat (11/7/2026).
Menurutnya, deteksi dini penting dilakukan. Apalagi jika orang tua memiliki riwayat atopik. "Kalau sudah ada kecurigaan ke atopik, ya apalagi orang tua punya riwayat atopi, baiknya ini dikonsultasikan dulu ke dokter untuk memastikan ini atopik atau memang ruam penyakit lain," jelasnya.
Atopik Itu Seumur Hidup, Harus "Bersahabat"
dr. Fihzan menyebut dermatitis atopik bersifat genetik. Artinya kondisi ini akan bertahan di tubuh seumur hidup dan tidak bisa disembuhkan total.
"Secara perawatan, kenapa saya bilang harus bersahabat? Karena atopik ini adalah genetik. Kalau genetik itu dia berarti bertahan di tubuh itu seumur hidup. Artinya harus memang dihadapi sehari-hari, makanya harus bersahabat," katanya.
Ada 3 faktor pemicu atopik: genetik, lingkungan, dan kondisi dari penderitanya sendiri. Karena itu perawatan harus dilakukan konsisten setiap hari.
3 Tips Penting Merawat Kulit Atopik
1. Jaga Lingkungan Agar Tidak Ekstrem
Hindari tempat yang terlalu panas maupun terlalu dingin. "Dia tuh enggak boleh memang yang tempat panas banget, dan terus terlalu dingin juga enggak boleh karena terlalu dingin, terlalu yang panas juga buat kering," ujarnya.
2. Rutin Pakai Pelembap / Emolien
Ini kunci utama. Pelembap harus dipakai setiap hari, bukan hanya saat kambuh. "Perawatan harus pakai emolien setiap hari. Nah, minimal memang sih 2 kali sehari ya, tapi kalau lagi banyak kambuhnya itu bisa hampir mungkin bisa 6 kali sehari. Kalau udah membaik, itu jangan putus. Tetap harus dipertahankan," tegasnya.
3. Pilih Sabun Khusus Berpelembap
Perawatan atopik tidak cukup dari lotion saja. Sabun mandi juga harus diperhatikan. "Itu sangat ada pengaruhnya. Artinya bukan hanya pelembapnya aja, tapi sabunnya juga harus berpelembap oil. Sabunnya juga harus berpelembap khusus, enggak bisa kayak sabun-sabun biasa," jelasnya.
Dampak Jika Tidak Dirawat
Jika perawatan diabaikan, atopik bisa kambuh lagi dan sangat mengganggu kualitas hidup karena rasa gatal yang berlebihan.
"Misalnya ketika tidak dilakukan perawatan yang tepat, itu pasti akan kambuh lagi dan itu sangat mengganggu kualitas hidup. Karena itu gatal sekali, di garuk, nanti jadinya muncul penyakit lain atau infeksi sekunder kulit," kata dr. Fihzan.
Ia menambahkan, pada bayi lokasi atopik biasanya spesifik. Namun saat masuk usia anak, remaja, hingga dewasa bisa menyebar ke seluruh tubuh, termasuk kulit kepala.
"Pada orang-orang yang imunnya enggak bagus, alergi ini bisa kambuh," tutup dokter yang juga merupakan bagian dari Mustela Medical Advisory Board.
Menurut data American Academy of Dermatology, diperkirakan 1 dari 5 anak mengalami dermatitis atopik. Risiko meningkat pada anak dengan riwayat alergi, asma, atau eksim dalam keluarga.
"Banyak orang tua mengira dermatitis atopik hanyalah kulit kering biasa. Padahal pada kondisi ini terjadi gangguan skin barrier dan inflamasi yang membuat kulit terasa sangat tidak nyaman," ujar dokter spesialis kulit, dr. FX Clinton, Sp.DVE dalam kesempatan yang sama.

Posting Komentar