Perkuat Usaha BUMDes, Mahasiswa UM Hadirkan Inovasi Menu

Foto : Annasty Vega Kirani Haris


Jatimview.com, SURABAYA - Sebagai upaya mendukung pengembangan usaha kuliner desa, mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Belajar Bersama Masyarakat (BBM) Program Studi Pendidikan Tata Boga melaksanakan program kerja pendukung berupa inovasi menu di Cafe Embung, unit usaha milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Dengkol, pada Sabtu (18/7/2026). 

Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi bersama pengelola untuk menghadirkan menu baru yang diharapkan mampu memperkaya variasi hidangan, meningkatkan daya tarik pengunjung, serta mendukung pengembangan ekonomi desa.

Program tersebut diawali dengan observasi dan diskusi bersama pengelola Cafe Embung guna mengidentifikasi kebutuhan pengembangan usaha. 

Berdasarkan hasil identifikasi, mahasiswa mengembangkan inovasi menu yang disesuaikan dengan karakteristik konsumen, memanfaatkan bahan baku yang mudah diperoleh, serta mempertimbangkan potensi menu sebagai produk unggulan Cafe Embung.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa merancang formulasi resep, melakukan beberapa kali uji coba produk, hingga menyusun standar penyajian agar menu dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh pengelola.

Pendekatan tersebut dilakukan tidak hanya untuk menambah variasi menu, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pengalaman kuliner bagi para pengunjung.

Pemilik sekaligus pengelola Cafe Embung BUMDes, Zaim Al-Umam, menyambut baik program kerja yang dilaksanakan mahasiswa UM BBM Program Studi Pendidikan Tata Boga.

"Kami memang membutuhkan tambahan variasi menu, jadi program dari mahasiswa UM ini sangat membantu. Menu yang mereka kembangkan menggunakan bahan yang mudah diperoleh sehingga memungkinkan untuk kami sajikan di Cafe Embung. Semoga kerja sama seperti ini terus berlanjut dan menu-menu tersebut mendapat respons positif dari pelanggan," ujar Zaim Al-Uma.

Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah Nasi Telur Pontianak, menu yang dirancang dengan mengutamakan cita rasa, tampilan, serta efisiensi biaya produksi.

Selain mengikuti tren kuliner yang diminati masyarakat, menu ini juga disesuaikan dengan kemampuan operasional Cafe Embung sehingga mudah diproduksi secara konsisten dan berpotensi menjadi salah satu menu unggulan.

Ketua Tim Universitas Negeri Malang (UM) Belajar Bersama Masyarakat (BBM) Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fathan Sya'bana, menjelaskan bahwa program inovasi menu merupakan bentuk implementasi kompetensi mahasiswa sekaligus dukungan terhadap pengembangan usaha milik desa.

"Kami melihat Cafe Embung masih memiliki variasi menu yang terbatas, sementara banyak pengunjung menginginkan pilihan yang lebih beragam. Karena itu, kami mengembangkan Nasi Telur Pontianak dengan bahan yang mudah diperoleh, proses pengolahan yang sederhana, tetapi tetap memiliki cita rasa khas. Harapannya, menu ini dapat menjadi pilihan baru bagi pengunjung sekaligus terus diproduksi oleh pengelola setelah program BBM selesai," ujar Fathan Sya'bana.

Melalui kolaborasi ini, mahasiswa berharap inovasi menu yang telah dikembangkan dapat terus diterapkan oleh pengelola sebagai salah satu strategi pengembangan usaha Cafe Embung.

Program kerja pendukung tersebut diharapkan mampu memperkaya variasi menu, meningkatkan daya tarik pengunjung, serta memperkuat peran Cafe Embung sebagai unit usaha BUMDes yang berkontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Dengkol.




Penulis           : Carissa Nadya Azmi
Editor             : Redaksi 






Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Perkuat Usaha BUMDes, Mahasiswa UM Hadirkan Inovasi Menu
  • Perkuat Usaha BUMDes, Mahasiswa UM Hadirkan Inovasi Menu
  • Perkuat Usaha BUMDes, Mahasiswa UM Hadirkan Inovasi Menu
  • Perkuat Usaha BUMDes, Mahasiswa UM Hadirkan Inovasi Menu
  • Perkuat Usaha BUMDes, Mahasiswa UM Hadirkan Inovasi Menu
  • Perkuat Usaha BUMDes, Mahasiswa UM Hadirkan Inovasi Menu

Posting Komentar