Sektor Jasa Keuangan Jatim Tahan Guncangan Global, Kredit Tembus Rp628 Triliun.

Ilustrasi suasana perkantoran OJK Jatim. Foto : Buatan AI

Jatimview.com, SURABAYA - Di tengah gejolak ekonomi global akibat perang Timur Tengah dan dolar AS yang terus perkasa, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur memastikan sektor jasa keuangan daerah tetap kuat dan jadi penopang utama perekonomian.

Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Jatim, Horas V. M. Tarihoran, menyebut fungsi intermediasi perbankan masih tumbuh positif hingga April 2026.

"Ketahanan sektor jasa keuangan Jawa Timur masih sangat baik. Fungsi intermediasi berjalan dengan baik, risiko kredit terkendali, dan hal ini menjadi modal penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Horas dalam Media Briefing di Surabaya, Senin (23/6/2026).

Kredit Rp628 T, DPK Rp840 T: Likuiditas Aman

OJK mencatat penyaluran kredit perbankan Jatim mencapai Rp628,02 triliun, sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiga tembus Rp840,77 triliun hingga April 2026. Capaian itu didukung permodalan yang kuat, likuiditas memadai, dan kualitas kredit yang tetap terjaga.

Tak hanya perbankan, pasar modal, asuransi, dana pensiun, hingga perusahaan pembiayaan juga tumbuh positif. Jumlah investor pasar modal Jatim kini 2,99 juta SID, terbesar ketiga nasional. Pembiayaan UMKM juga tetap terjaga dengan outstanding Rp230,93 triliun.

4.170 Edukasi, 1 Juta Warga Jatim Melek Keuangan

Di sisi lain, OJK terus gaspol literasi dan pelindungan konsumen. Hingga Triwulan I 2026, OJK se-Jatim sudah menggelar 4.170 kegiatan edukasi yang menjangkau lebih dari 1,02 juta peserta.

Bersama Satgas PASTI dan industri jasa keuangan, OJK juga memperkuat Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) untuk mempercepat penanganan penipuan keuangan.

"OJK berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat melalui penguatan pelindungan konsumen, pemberantasan aktivitas keuangan ilegal, serta penanganan penipuan keuangan secara cepat dan terintegrasi,” tegas Horas.

Dukung Sapi Perah Malang Raya Lewat Digitalisasi Koperasi

Tak cuma jaga stabilitas, OJK juga dorong ekonomi daerah lewat Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED). Di 2026, fokusnya pengembangan ekosistem susu sapi perah di Malang Raya dengan pendekatan closed loop ecosystem.

Langkah itu ditandai peluncuran sistem enterprise resource planning (ERP) untuk digitalisasi koperasi. Tujuannya, memperluas akses pembiayaan bagi peternak dan pelaku usaha di hulu-hilir sapi perah.

"Ke depan, OJK akan terus memperkuat stabilitas sektor jasa keuangan, pelindungan konsumen, dan akses keuangan agar sektor jasa keuangan mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tutup Horas.


Penulis        : Peni Widarti
Editor          : Redaksi
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Sektor Jasa Keuangan Jatim Tahan Guncangan Global, Kredit Tembus Rp628 Triliun.
  • Sektor Jasa Keuangan Jatim Tahan Guncangan Global, Kredit Tembus Rp628 Triliun.
  • Sektor Jasa Keuangan Jatim Tahan Guncangan Global, Kredit Tembus Rp628 Triliun.
  • Sektor Jasa Keuangan Jatim Tahan Guncangan Global, Kredit Tembus Rp628 Triliun.
  • Sektor Jasa Keuangan Jatim Tahan Guncangan Global, Kredit Tembus Rp628 Triliun.
  • Sektor Jasa Keuangan Jatim Tahan Guncangan Global, Kredit Tembus Rp628 Triliun.

Posting Komentar