Penjualan Eceran Surabaya Diprediksi Bangkit Juli–Oktober 2026: Tahun Ajaran Baru dan PRJ Jadi Motor

Pedagang eceran di warung klontong melayani pembeli. Foto : AI

Jatimview.com, SURABAYA - Kabar baik datang dari sektor ritel Surabaya. Setelah tertahan pada April dan stabil di Mei, penjualan eceran diprakirakan kembali menggeliat pada Juli dan Oktober 2026. Dorongannya datang dari dua momentum besar: tahun ajaran baru dan Pekan Raya Jatim atau PRJ.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur mencatat optimisme pelaku usaha tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan atau IEP. IEP Juli 2026 melonjak menjadi 174,1, naik signifikan dari 164,2. Kenaikan ini dipicu masuknya tahun ajaran baru yang mendongkrak belanja seragam, buku, tas, hingga perlengkapan sekolah.

Momentum kedua datang pada Oktober 2026. IEP diprakirakan naik ke 135,8 dari 134,6 seiring digelarnya Pekan Raya Jatim di Surabaya. Ajang tahunan itu biasanya memicu lonjakan transaksi ritel, mulai dari kuliner, fesyen, hingga elektronik.

“Responden memprakirakan kinerja penjualan eceran meningkat pada Juli dan Oktober 2026,” kata Ibrahim, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur dalam keterangan resmi, Jumat (19/6/2026).

Optimisme ke depan berpijak pada data Mei 2026 yang relatif terjaga. Indeks Penjualan Riil atau IPR Surabaya diprakirakan sebesar 473,4, stabil dibanding realisasi April 2026 di 473,3. Penopangnya adalah permintaan masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional atau HBKN: Kenaikan Isa Almasih, Iduladha, dan Waisak.

Secara tahunan, kontraksi IPR Mei 2026 membaik ke -3,1% year on year yoy dari -3,7% yoy pada April. Secara bulanan, penjualan tumbuh tipis 0,02% month to month mtm, membalikkan kontraksi -9,3% mtm di April. Kelompok suku cadang dan aksesori serta barang budaya dan rekreasi jadi penopang utama.

April 2026 Tertekan Normalisasi Lebaran

Sebelumnya, IPR April 2026 memang tertekan normalisasi pasca-Idulfitri 1447 H. Angkanya turun ke 473,3 dari Maret 2026 yang sempat tinggi di 529,1. Secara tahunan terkontraksi -3,7% yoy setelah Maret tumbuh 14,5% yoy. Secara bulanan minus -10,6% mtm, dengan seluruh kelompok komoditas masuk zona kontraksi.

Waspadai Risiko Global

Meski proyeksi Juli–Oktober positif, BI Jatim mengingatkan adanya risiko eksternal. Eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi mendorong kenaikan harga energi. Jika harga komoditas terkait ikut naik, daya beli masyarakat bisa tergerus.

“Ke depan, kinerja penjualan eceran masih berpotensi tumbuh didukung permintaan domestik yang terjaga. Namun demikian, pertumbuhan tersebut berisiko tertahan oleh eskalasi konflik di Timur Tengah,” tegas Ibrahim.

Secara nasional, IPR Mei 2026 diprakirakan tetap terjaga di 225,0, sedikit di bawah realisasi April 2026 sebesar 226,9. Artinya, tren Surabaya sejalan dengan nasional: stabil, lalu bersiap naik.


Penulis          : Peni Widarti
Editor            : Redaksi
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Penjualan Eceran Surabaya Diprediksi Bangkit Juli–Oktober 2026: Tahun Ajaran Baru dan PRJ Jadi Motor
  • Penjualan Eceran Surabaya Diprediksi Bangkit Juli–Oktober 2026: Tahun Ajaran Baru dan PRJ Jadi Motor
  • Penjualan Eceran Surabaya Diprediksi Bangkit Juli–Oktober 2026: Tahun Ajaran Baru dan PRJ Jadi Motor
  • Penjualan Eceran Surabaya Diprediksi Bangkit Juli–Oktober 2026: Tahun Ajaran Baru dan PRJ Jadi Motor
  • Penjualan Eceran Surabaya Diprediksi Bangkit Juli–Oktober 2026: Tahun Ajaran Baru dan PRJ Jadi Motor
  • Penjualan Eceran Surabaya Diprediksi Bangkit Juli–Oktober 2026: Tahun Ajaran Baru dan PRJ Jadi Motor

Posting Komentar