Pelabuhan Lancar, Neraca Dagang Aman: RI Surplus US$5,64 Miliar

Aktivitas bongkar muat petikemas di pelabuhan yang dikelola Pelindo Terminal Petikemas. Foto : Pelindo

Jatimview.com, SEMARANG - Arus logistik nasional terus bergerak seiring meningkatnya aktivitas perdagangan Indonesia. Kinerja dan layanan pelabuhan terbukti jadi salah satu faktor penentu kelancaran distribusi barang, hingga mendorong neraca perdagangan nasional yang surplus US$5,64 miliar selama Januari–April 2026.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia mencapai US$92,15 miliar atau tumbuh 5,48% dibanding periode sama tahun lalu. Ekspor nonmigas jadi penopang utama dengan nilai US$87,74 miliar. Sementara sektor industri pengolahan tetap jadi tulang punggung ekspor dengan kontribusi US$75,57 miliar.

Tiongkok masih jadi negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai US$22,76 miliar, disusul Amerika Serikat US$10,17 miliar, dan India US$6,14 miliar. Ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa masing-masing sebesar US$17,70 miliar dan US$6 miliar.

Pelabuhan: Titik Awal Perputaran Ekonomi

Ketua DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia Jawa Tengah, Ade Siti Muksodah, menegaskan peran pelabuhan sangat signifikan dalam rantai logistik.

“Perputaran ekonomi dan logistik berawal dari pelabuhan. Jalur paling mudah dan mendasar untuk ekspor dan impor melalui jalur laut,” ungkap Ade, Rabu (17/6/2026).

Namun aktivitas ekspor masih dibayangi tantangan biaya logistik dan ketergantungan bahan baku impor. “Sekitar 70% bahan baku kita masih impor dari China dan Asia Timur. Kenaikan harga plastik otomatis mempengaruhi perdagangan ekspor,” tambah Ade.

Arus Peti Kemas Internasional Naik, Layanan Pelabuhan Digenjot

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, menyebut peningkatan layanan pelabuhan berdampak langsung ke arus barang. Di TPK Semarang, arus peti kemas internasional Januari–Mei 2026 tercatat 382.093 TEUs, naik 12,2% dibanding tahun lalu.

“Arus peti kemas ekspor tumbuh 13,72%, sementara impor 10,7%,” jelas Widyaswendra. Pada 2025 lalu TPK Semarang sudah tembus lebih dari 1 juta TEUs, naik dari 895.904 TEUs di 2024 dan 781.841 TEUs di 2023.

Merespons pertumbuhan itu, Pelindo menyiapkan langkah jangka pendek dan panjang: penambahan tambatan dermaga 275 meter, perluasan lapangan penumpukan, hingga 4 unit quay container crane baru yang kini tahap commissioning. “Kami targetkan alat tersebut segera beroperasi untuk melayani pelanggan,” ujarnya.

Efisiensi Logistik Tentukan Daya Saing

Pengusaha garmen Semarang, Deddy Mulyadi, mengakui pelabuhan membantu ekspor ke AS, Eropa, dan Asia. Tapi ia berharap kapasitas terus ditingkatkan. “Ritme pergerakan barang belum secepat pelabuhan besar seperti Jakarta atau Surabaya. Kadang masih ada antrean kapal,” kata Deddy, Kamis (18/6/2026).

Pakar ekonomi UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, menilai surplus perdagangan bukti produk Indonesia kompetitif. Namun, masa depan dagang RI tak lepas dari efisiensi logistik.

“Pelabuhan peti kemas itu infrastruktur strategis. Ketika pelabuhan bekerja efisien, distribusi barang lebih cepat dan daya saing produk nasional meningkat,” tegas Bhimo.

Menurut Bhimo, penguatan logistik tak cukup infrastruktur fisik. Transformasi digital diperlukan untuk mempercepat distribusi, meningkatkan akurasi layanan, dan menekan biaya operasional.

Surplus perdagangan yang berkelanjutan jadi sinyal positif ekonomi nasional. Namun menjaga momentum butuh penguatan sektor industri, perdagangan, serta logistik lewat peningkatan kapasitas pelabuhan, efisiensi distribusi, dan pemanfaatan teknologi.


Penulis         : Peni Widarti
Editor           : Redaksi
Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Pelabuhan Lancar, Neraca Dagang Aman: RI Surplus US$5,64 Miliar
  • Pelabuhan Lancar, Neraca Dagang Aman: RI Surplus US$5,64 Miliar
  • Pelabuhan Lancar, Neraca Dagang Aman: RI Surplus US$5,64 Miliar
  • Pelabuhan Lancar, Neraca Dagang Aman: RI Surplus US$5,64 Miliar
  • Pelabuhan Lancar, Neraca Dagang Aman: RI Surplus US$5,64 Miliar
  • Pelabuhan Lancar, Neraca Dagang Aman: RI Surplus US$5,64 Miliar

Posting Komentar