Target Pertumbuhan Ekonomi Jatim 5,7%, Rumusnya : Kawal Daya Beli & Genjot Investasi

Kepala BI Jatim Ibrahim (kedua kiri) usai menggelar Media Briefing triwulan III di Surabaya. Foto : Peni Widarti


Jatimview.com, SURABAYA - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, Ibrahim mengungkap rumus menjaga ekonomi Jatim bisa tumbuh sesuai target 2026 yakni 4,9% - 5,7%.

Dalam Media Briefing triwulan III di Surabaya, Ibrahim menjelaskan, konsumsi rumah tangga selama ini porsinya mencapai 61% dari PDRB dan sektor investasi berada di level 27%-28%.

“Untuk itu, stabilitas harga harus dipertahankan sebaik-baiknya untuk menjaga daya beli,” kata Ibrahim, Rabu (16/9/2026).

Untuk investasi, ia mendorong skema creative financing. Contohnya Pemkab Madiun yang tidak beli alat berat, tapi beli jasa servis alat berat ke swasta agar APBD tidak jebol.

“Ini cara agar fiskal tetap sustainable tapi pembangunan jalan tetap,” ujarnya.

Strategi ini dinilai jadi solusi promosi investasi daerah di tengah keterbatasan anggaran, dengan memberikan kemudahan investasi.

Meski porsi konsumsi pemerintah tidak besar, Ibrahim menyebut multiplier effect-nya sangat besar. Ia menekankan bagaimana konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan ekspor harus bergerak di sisi positif untuk mengungkit sektor lain.

Adapun kinerja ekonomi Jatim pada kuartal II/2026 mampu mencapai 5,84%, atau telah berkontribsui 14,34% terhadap perkonomian nasional, atau 25,40% terhadap ekonomi Jawa.

Struktur ekonomi Jatim ditopang oleh kuatnya sektor industri pengolahan sebesar 31,11%, dan konsumsi rumah tangga 60,85% yang menunjukkan aktivitas produksi dan daya beli masyarakat yang tetap solid sebagai motor utama pertumbuhan daerah.

Sementara kinerja inflasi Jatim pada Agustus 2026 tercatat 3,32% (yoy), atau 0,34% (bulan ke bulan). Angka tersebut masih cukup terkendali dalam range target 2,5%+_1%.

Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jatim, Max Darmawan memaparkan, dari sisi belanja pemerintah pusat di Jatim hingga Agustus 2026 cukup terakselerasi hingga Rp36,03 triliun sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi Jatim.

“Jumlah tersebut setara 65,59% dari pagu Rp54,94 triliun atau mengalami pertumbuhan 24,08% dibandingkan periode sama 2025,” katanya.

Faktor pendorongnya, kata Max, yakni percepatan belanja pada awal tahun, serta perbaikan tata kelola perencanaan kas sehingga penyerapan lebih merata dan tidak menumpuk di kuartal IV. Di samping itu, ada akselerasi penyaluran dana untuk program strategis nasional di Jatim (ketahan pangan, infrastruktur konektivitas, pendidikan dan kesehatan dasar).




Penulis                    : Alvian Yoananta
Editor                      : Redaksi











Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Target Pertumbuhan Ekonomi Jatim 5,7%, Rumusnya : Kawal Daya Beli & Genjot Investasi
  • Target Pertumbuhan Ekonomi Jatim 5,7%, Rumusnya : Kawal Daya Beli & Genjot Investasi
  • Target Pertumbuhan Ekonomi Jatim 5,7%, Rumusnya : Kawal Daya Beli & Genjot Investasi
  • Target Pertumbuhan Ekonomi Jatim 5,7%, Rumusnya : Kawal Daya Beli & Genjot Investasi
  • Target Pertumbuhan Ekonomi Jatim 5,7%, Rumusnya : Kawal Daya Beli & Genjot Investasi
  • Target Pertumbuhan Ekonomi Jatim 5,7%, Rumusnya : Kawal Daya Beli & Genjot Investasi

Posting Komentar