Riset YAGITU: Konsumsi Gula Gen Z Jatim Banyak Dari Kedai Kopi. Pelabelan & Penyediaan Air Putih Gratis Jadi Rekomendasi

Penyerahan hasil riset Yagitu tentang pola konsumsi gula pada gen Z kepada BRIDA Jatim. Foto : ist-


Jatimview.com, SURABAYA - Suka nongkrong di kedai kopi? Hati-hati sama gula ya. 

Riset terbaru dari Yayasan Generasi Inovatif Tunas Unggul (YAGITU) mengungkap salah satu sumber konsumsi gula terbesar Gen Z dan milenial di Jawa Timur justru berasal dari minuman olahan di warung kopi dan kafe.

Hasil penelitian ini sudah diserahkan ke Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur, Kamis (3/9/2026), untuk jadi bahan pertimbangan kebijakan.

Sekretaris YAGITU, Nuryadi, bilang masih banyak anak muda yang belum paham dampak konsumsi gula berlebihan.

“Dari hasil yang kita dapat, ternyata masih banyak orang yang ada gap pengetahuan terkait dampak mengonsumsi gula,” ujar Nuryadi.

Yang bikin kaget, gula paling banyak masuk lewat minuman. “Konsumsi gula ini paling banyak didapat melalui minuman olahan yang biasanya diminum lewat kafe atau warung,” tambahnya.

Surabaya-Sidoarjo Punya 12.000 Kedai Kopi

Tidak heran kalau konsumsinya tinggi. Di Surabaya dan Sidoarjo saja, jumlah kedai kopi di 2025 sudah mendekati 12.000 unit. Mulai dari warkop 5 ribuan sampai coffee shop estetik.

“Ini juga jadi tantangan karena di sisi lain kita harus tetap meningkatkan ekonomi masyarakat, tapi di sisi lain juga harus menjaga dampak kesehatan untuk pengonsumsinya,” kata Nuryadi.

Solusinya: Label Gula & Air Putih Gratis

Biar seimbang antara ekonomi dan kesehatan, YAGITU merekomrndasiman beberapa ide, di antaranya pelabelan kadar gula di menu kedai kopi, tidak cuma di minuman kemasan, serta mewajibkan warung/kedai menyediakan air putih gratis jika menjual minuman dengan gula tinggi.

“Misalnya coffee shop jual kopi dengan gula tinggi, maka dia harus menyiapkan air mineral secara free,” usulan Nuryadi.

Namun begitu, edukasi juga tetap menjadi bagian penting. Sebab, perubahan perilaku konsumsi masyarakat tidak cukup hanya dilakukan melalui regulasi, tetapi juga membutuhkan peningkatan pemahaman konsumen mengenai kandungan makanan dan minuman yang dikonsumsi.

BRIDA pun menyetujui bahwa riset ini penting. Plt. Kepala BRIDA Lilik Pudjiastuti mengatakan, hasilnya akan diteruskan ke dinas terkait agar ada program bersama.

"Jadi mendukung ekonomi yang ada, tapi tetap mengatasi dampak yang ada,” tegas Lilik.

Menurutnya, persoalan pola konsumsi masyarakat tidak dapat ditangani hanya oleh satu dinas karena memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor.

Ia mencontohkan sektor pariwisata yang tidak hanya berkaitan dengan Dinas Pariwisata, tetapi juga UMKM dan pemberdayaan desa.

“Jangan hanya Dinas Pariwisata, Dinas UMKM, Dinas PMD, Pemberdayaan Desa. Karena sekarang wisata banyak di desa. Banyak Pokdarwis, kemudian UMKM,” imbuhnya.

Perwakilan dari Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim), Armytanti Hanum Kasmito mengapresiasi riset ini.

"Riset terkait pola konsumsi ini sangat menarik untuk diimplementasikan karena dapat memberikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan dampak kesehatan mengingat PDRB Jawa Timur masih didorong oleh industri pengolahan makanan dan minuman," katanya.

Meski begitu, sejauh ini industri minuman ringan juga terus melakukan pengembangan produk yang mendukung sektor kesehatan. Misalnya dengan membuat produk minuman yang rendah gula ataupun mengandung vitamin dan lain sebagainya.



Penulis             : Peni Widarti
Editor               : Redaksi










Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Riset YAGITU: Konsumsi Gula Gen Z Jatim Banyak Dari Kedai Kopi. Pelabelan & Penyediaan Air Putih Gratis Jadi Rekomendasi
  • Riset YAGITU: Konsumsi Gula Gen Z Jatim Banyak Dari Kedai Kopi. Pelabelan & Penyediaan Air Putih Gratis Jadi Rekomendasi
  • Riset YAGITU: Konsumsi Gula Gen Z Jatim Banyak Dari Kedai Kopi. Pelabelan & Penyediaan Air Putih Gratis Jadi Rekomendasi
  • Riset YAGITU: Konsumsi Gula Gen Z Jatim Banyak Dari Kedai Kopi. Pelabelan & Penyediaan Air Putih Gratis Jadi Rekomendasi
  • Riset YAGITU: Konsumsi Gula Gen Z Jatim Banyak Dari Kedai Kopi. Pelabelan & Penyediaan Air Putih Gratis Jadi Rekomendasi
  • Riset YAGITU: Konsumsi Gula Gen Z Jatim Banyak Dari Kedai Kopi. Pelabelan & Penyediaan Air Putih Gratis Jadi Rekomendasi

Posting Komentar