Harga Daging Ayam & Cabai Rawit Picu Inflasi Jatim Agustus 0,34%
![]() |
| Pedagang daging ayam ras di Pasar Induk Sidotopo Surabaya. Foto : Peni Widarti |
Jatimview.com, SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat inflasi Jawa Timur pada Agustus 2026 sebesar 0,34% secara month to month (m-to-m). Kenaikan ini didorong meningkatnya permintaan bahan pangan pada momen peringatan Kemerdekaan RI dan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Plt. Kepala BPS Jatim Herum Fajarwati mengatakan, inflasi tahun kalender Januari - Agustus 2026 tercatat 1,82%, sedangkan inflasi year on year (yoy) Agustus 2025 terhadap Agustus 2026 mencapai 3,32%.
“Komoditas pendorong inflasi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Puncaknya adalah daging ayam ras,” ujar Herum saat pemaparan data di Surabaya, Senin (1/9/2026).
Daging Ayam & Cabai Rawit Picu Inflasi
Berdasarkan data BPS, komoditas yang memicu inflasi Jatim pada Agustus 2026 adalah daging ayam ras 17,05%, disusul cabai rawit 10,78%, emas perhiasan 1,48%, akademi/perguruan tinggi 1,26%, beras 0,49%, udang basah 5,20%, daging sapi 1,87%, kacang panjang 17,95%, mentimun 36,08%, dan cumi-cumi 6,76%.
Kenaikan harga daging ayam ras dan daging sapi tidak lepas dari meningkatnya permintaan selama Agustus 2026. Sementara kenaikan harga cabai rawit terjadi karena tekanan permintaan meski secara umum komoditas hortikultura lain justru turun.
Berdasarkan pantauan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim, harga daging ayam ras per 2 September 2026 rata-rata di Jatim mencapai Rp39.246/kg. Naik dibanding 2 Agustus 2026 yang rata-rata Rp35.029/kg. Harga tertinggi saat ini ada di Sumenep Rp47.000/kg dan terendah di Kabupaten Mojokerto Rp35.500/kg.
Untuk cabai rawit, harga rata-rata 2 September 2026 mencapai Rp58.685/kg, naik dari Rp43.446/kg pada 2 Agustus 2026. Tertinggi di Bojonegoro Rp70.000/kg dan terendah di Blitar Rp48.000/kg.
Bawang & Tomat Alami Deflasi karena Panen
Di sisi lain, kata BPS, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga dan menahan laju inflasi. Tomat mengalami deflasi 20,26%, bawang merah 15,04%, angkutan udara 10,42%, bawang putih 7,61%, dan bensin 0,44%.
Herum menjelaskan penurunan harga bawang merah, bawang putih, dan tomat dipengaruhi meningkatnya pasokan selama musim panen pada Agustus 2026.
Emas & Biaya Pendidikan Ikut Naik
Selain pangan, kenaikan harga emas perhiasan 1,48% juga menjadi penyumbang inflasi. Herum menyebut pergerakan harga emas global menjadi faktor yang memengaruhi harga jual di pasar domestik.
Sementara itu, tarif akademi/perguruan tinggi naik 1,26%. Hal ini wajar karena Agustus merupakan periode dimulainya tahun ajaran baru di tingkat perguruan tinggi, yang kerap menjadi momen penyesuaian biaya pendidikan.
Banyuwangi Tertinggi, Surabaya Terendah
Secara wilayah, inflasi tertinggi pada Agustus 2026 terjadi di Banyuwangi 0,86%, disusul daerah lain. Sementara inflasi terendah tercatat di Surabaya 0,09%.
“Penyumbang utama inflasi Agustus 2026 secara m-to-m adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan komoditas utama pendorong inflasi yaitu daging ayam ras,” tutup Herum.
Dalam kesempatan berbeda, pedagang daging ayam ras di Pasar Induk Sidotopo Surabaya, Cak Tasim mengaku harga daging ayam ras mulai naik sejak sebelum perayaan Maulid Nabi. Saat itu, ia menjual daging ayam seharga Rp40.000/kg.
"Setelah momen itu, dan juga Agustusan berakhir, saat ini (2 September) harganya sudah turun jadi Rp38.000/kg," ungkapnya kepada Jatimview.

Posting Komentar