Gelaran "Pajak Bertutur 2026" di 14 Sekolah Surabaya, Tanamkan Kesadaran Pajak Sejak Dini
![]() |
| Kegiatan pajak bertutur 2026. Foto : DJP Jatim I |
Jatimview.com, SURABAYA - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Timur I bersama Kantor Pelayanan Pajak (KPP) se-Kota Surabaya menggelar kegiatan Pajak Bertutur 2026 secara serentak di 14 sekolah mitra inklusi.
Kegiatan yang mengusung tema “Pajak Kita, Energi Generasi Juara” ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap manfaat dan fungsi perpajakan.
Pajak Bertutur 2026 dilaksanakan pada 2026 dan menjadi bagian dari Program Inklusi Kesadaran Pajak bidang pendidikan. Program ini secara nasional dilaksanakan serentak oleh 34 Kanwil DJP, 352 KPP, dan 204 Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) di seluruh Indonesia dengan melibatkan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.
Di Kota Surabaya, kegiatan ini melibatkan 834 siswa dari 14 sekolah mitra inklusi. Ke-14 sekolah tersebut adalah Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya, SD Cheng Ho, SMP Barunawati Surabaya, SMP Ta’miriyah, SMPN 12 Surabaya, SMPN 16 Surabaya, SMPN 26 Surabaya, SMPN 39 Surabaya, SMPN 43 Surabaya, SMPN 45 Surabaya, SMAN 2 Surabaya, SMAN 9 Surabaya, SMAN 15 Surabaya, dan SMAN 16 Surabaya.
Edukasi APBN dan Fungsi Pajak
Kepala Kanwil DJP Jawa Timur I, Max Darmawan, hadir langsung dalam pelaksanaan Pajak Bertutur di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya. Ia menyampaikan bahwa edukasi kesadaran pajak kepada generasi muda merupakan investasi jangka panjang.
“Melalui Pajak Bertutur, peserta memperoleh edukasi mengenai pengenalan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pengertian dan fungsi pajak, pengelolaan dan manfaat pajak bagi pembangunan, serta peran generasi muda dalam mendukung kepatuhan pajak di masa depan,” ujar Max Darmawan dalam siaran pers, Kamis (3/9/2026).
Max menjelaskan, pajak memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Selain untuk infrastruktur, penerimaan pajak juga dialokasikan untuk pembangunan sumber daya manusia melalui berbagai program, termasuk bidang pendidikan.
“Generasi muda memiliki peran penting dalam mewujudkan Indonesia Maju. Mereka yang saat ini menjadi peserta didik akan menjadi wajib pajak di masa depan yang diharapkan memiliki kesadaran untuk berkontribusi melalui pemenuhan kewajiban perpajakan,” jelas Max.
Menggunakan Metode Joyful Learning
Kegiatan ini menggunakan pendekatan edukasi yang interaktif dan menyenangkan atau joyful learning. Selain edukasi langsung, peserta juga mengikuti sesi “Direktur Jenderal Pajak Menyapa” secara luring di Kantor Pusat DJP dan secara daring melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting.
Setelah mengikuti kegiatan, peserta diharapkan mampu memahami konsep APBN secara sederhana, mengenal peran pajak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta memahami pentingnya kontribusi masyarakat dalam pembangunan nasional.
DJP juga menekankan bahwa kesadaran pajak tidak hanya diwujudkan melalui pembayaran pajak. Sikap seperti menjaga fasilitas umum, membangun budaya jujur, berkontribusi untuk kepentingan bersama, dan menyebarkan pemahaman pajak kepada lingkungan sekitar juga merupakan bentuk kontribusi.
Kegiatan Pajak Bertutur telah rutin di selenggarakan sejak 2017. Pelaksanaan 2026 ini juga merupakan bagian dari semangat memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-81.
Melalui program inklusi kesdaran pajak, Kanwil DJP Jatim I berkomitmen untuk terus memperkuat edukasi perpajakan kepada generasi muda sebagai future taxprayer guna mewujudkan masyarakat yang sadar dan patuh pajak secara sukarela.

Posting Komentar