Cegah Risiko Kurs, BI Jatim Edukasi Pengusaha Soal Transaksi Mata Uang Lokal di 6 Negara
![]() |
| Sosialisasi LCT kepada para pengusaha di Jatim. Foto : BI |
Jatimview.com, SURABAYA - Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur memperkuat pengumpulan data lewat Temu Responden dan Sosialisasi Local Currency Transaction (LCT), Senin (1/9/2026).
Acara yang diikuti 200 responden survei dan kontak liaison ini menjadi wadah apresiasi BI kepada pelaku usaha dan akademisi yang selama ini menjadi mitra penyedia data
“Responden adalah strategic partner yang membantu memahami perekonomian Jawa Timur,” kata Kepala BI Jatim, Ibrahim.
BI Jatim mencatat ada 11 jenis survei yang dilakukan untuk memotret kondisi sektor riil. Sementara itu, Wagub Jatim Emil Dardak menyebut sinergi data dari lembaga dan hasil survei sangat penting untuk merumuskan kebijakan berkualitas.
Sesi utama kegiatan adalah sosialisasi LCT. Skema ini memungkinkan transaksi perdagangan dan investasi menggunakan mata uang lokal, bukan dolar AS. Tujuannya: menekan risiko nilai tukar dan menjaga stabilitas Rupiah.
Narasumber talk show, Josua Pardede dari Bank Permata, Elyana Widyasari dari BI, dan Bagus Sulistijono dari Bea Cukai Jatim I, menjelaskan pelaku usaha kini bisa bertransaksi LCT dengan Malaysia, Thailand, Jepang, Tiongkok, Korsel, dan UEA melalui bank ACCD.
“Kami ingin pelaku usaha paham peluang dan cara mitigasi risiko transaksi. Dengan LCT, biaya transaksi bisa lebih efisien dan risiko kurs lebih terjaga,” jelas salah satu narasumber.
BI juga membuka Banking Consultation Desk khusus. Para eksportir dan importir bisa langsung konsultasi teknis penggunaan mata uang lokal dan layanan perbankan lainnya.

Posting Komentar