APBD Saja Tak Cukup, BI Ajak Pemda se-Jawa "Kreatif" Cari Dana Bangun Daerah
![]() |
| Kepala BI Jatim Ibrahim dalam Rakor percepatan investasi dan pertumbuhan ekonomi. Foto : BI |
Jatimview.com, SURABAYA - Mau bangun infrastruktur tapi dana APBD terbatas? Ini PR baru pemerintah daerah se-Jawa.
Bank Indonesia menjawab tantangan itu lewat Rakor Percepatan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Wilayah Jawa 2026 di Surabaya. Intinya satu: jangan hanya mengandalkan APBD. Saatnya pakai "pembiayaan kreatif".
Rakor yang digelar Selasa (11/8/2026) dan dipimpin Kepala BI Jatim, Ibrahim ini mempertemukan Pemprov/Pemkab se-Jawa, kementerian, OJK, hingga perbankan. Tujuannya jelas: mempercepat realisasi investasi.
Kenapa Harus Kreatif?
Datanya jelas. Ekonomi Jawa masih kuat. Kuartal I 2026 tumbuh 5,65%, lebih tinggi dari tahun lalu. Investasi menyumbang hampir 30% dari PDRB Jawa. Artinya, tanpa investasi, pertumbuhan bisa melambat.
Masalahnya, ruang fiskal dan Transfer ke Daerah terbatas. Di sinilah skema baru masuk: Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), obligasi/sukuk daerah, optimalisasi aset/BMD, dan bended Finance: Bauran dana pemerintah + swasta + lembaga.
"Pembiayaan kreatif diharapkan dapat mempercepat penyediaan infrastruktur, meningkatkan konektivitas, serta membuka ruang lebih besar bagi keterlibatan badan usaha," ujar Yuli Sri Wilanti, Asisten Deputi Kemenko Perekonomian.
Tantangannya: SDM dan Regulasi
Tapi "kreatif" tidak bisa asal. Dirjen Kemendagri, Agus Fatoni mengingatkan, semua harus pakai prinsip kehati-hatian dan tata kelola baik. Jangan sampai utang menumpuk.
Bappenas juga menyoroti PR terbesar: kesiapan SDM dan kelembagaan di Pemda. Banyak skema sudah ada aturannya, tapi belum jalan karena belum siap.
Karena itu, BI mengambil peran sebagai "makelar". Direktur Departemen Regional BI, Iri Yanuar, menyebut BI akan menjadi strategic advisor + katalisator. Tugasnya memetakan proyek potensial, menguatkan RIRU, dan mempertemukan Pemda dengan investor.
Hasilnya: 3 PR Besar
Dari rakor ini lahir 3 fokus kerja:
1. Menyamakan persepsi soal cara pakai pembiayaan kreatif yang aman.
2. Membuat proyek daerah "laku". Artinya proyek harus disiapkan matang agar menarik investor.
3. Membangun ekosistemnya. Mulai dari regulasi, lembaga, sampai orangnya harus siap.
Dengan begitu, potensi proyek di daerah tidak lagi hanya jadi "wacana", tapi benar-benar dibangun dan menciptakan lapangan kerja.
"Dengan kesiapan proyek yang semakin baik dan dukungan pembiayaan yang sesuai, investasi diharapkan terus menjadi motor pertumbuhan dan memperkuat kontribusi ekonomi Jawa terhadap ekonomi nasional," tutup Ibrahim, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim.

Posting Komentar